cinta sejati

Senin, 24 Februari 2014




Hikayat hang tuah
Seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak Hang Mahmud. Mereka bertempat tinggal Duyung. Pada saat itu, semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar tentang Raja Bimtan yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya. Ketika Hang Mahmud mendngar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada isterinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negeri yang besar itu, apalagi kita ini orang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih mudah mencari pekerjaan.” Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud pun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh HangTuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, HangMahmud pun menceritakan mimpinya kepada isteri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsung memendikan dan melulurkan anaknya. Setelah itu, ia membeikan anaknya itu kain, baju, dan ikat kepala serba putih. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam, ibunya juga memanggil para pemuka agamauntuk endoakan keselamatan untuk Hang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu. Lalu kata Hang Mahmud kepada isterinya, “Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh.” Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Lalu ada pemberontakan yang datang ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik toko meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampung. Gemparlah negeri Bintanitu dan terjadi kekacauan dimana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah, “Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak masuk ke kampung??”maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu, “Negeri  ini memiliki prajurit dan pegawai yang akan membunuh, ia  pun akan mati olehnya.” Waktu ia sedng berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak menuju Hang Tuah sambil mengunuskan kerisnya. Maka ibuny berteriak dari atas toko, katanya,”Hai ,anakku, cepat lari ke atas toko!”Hsng Tuah mendengarkan kata ibunya, iapun langsung bangkit berdiri  dan memegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah pun melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelah kepala orang itu dan mati. Maka kata seorang anak yang menyaksikannya,” Dia akan menjadi perwira besar di tanah Melayu ini,”Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekui.



Disaat daku tua..
Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingakanlah saatsaatbagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
 terus menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan menngulang terus
sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu,
 bagaimana daku denga cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan manghadapi hal-hal baru
dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku denagn sabarnya menjawab
setiap “mengapa” yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaimana dimasa kecilmu daku menuntutmu melangkahkan kaki untuk belajar  berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.
Maklumlah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
Kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih sayang dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan senyum penuh syukur.
Di dalan senyumku, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan, tetapi tidak melakukan bakti kepada Ibu dan Ayah, kebijakannya hanyalah sia-sia belaka.



Membuat Gula Tebu
Tebu merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di Indonesia. Tanaman tebu umunya diolah menjadi gula pasir di pabrik gula (PG). Tebu juga dapat diolah menjadi gula padat dangan cara sederhana. Berikut adalah langkah-langkah membuat gula tebu.
1.    Ambillah sari tebu dengan cara memukul atau menggiling dengan alat giling sederhana.
2.    Panaskan sari tebu yang diperoleh sampai kental.
3.    Tuangkan sari tebu kental yang masih panas ke dalam cetakan, misalnya tempurung kelapa atau potongan bambu.
4.    Setelah dingin dan padat, gula tebu dapat diambil.
Selamat mencoba.



TIPS MENGHADAPI UN
Ujian Nasional (UN) merupakan ajang untuk kemampuan diri. Saat itulah hasil belajarmu dievaluasi. Jangan grogi saat menhadapi UN. Tips berikut akan membantumu dalam menghadapi UN.

1.    Berdoalah kepada Tuhan dan Mohon Restu kepada Orang Tua
Setiap keberhasilan ada keikutsertaan Sang Pencipta di dalamnya. Berdoalah agar diberi kemudahan dalam menghadapi UN. Selain itu, jadikan UN sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua tercinta. Oleh karena itu, mintalah restu kepada orang tua sebelum UN agar diberi kenudahan dan kelancaran.
2.    Perbanyak Latihan Soal
Berlatih mengerjakan soal akan membuatmu terbiasa menghadapi beragam soal. Dengan sering berlatih, penguasaanmu terhadap materi semakin baik. Kamu tidak akan cemas atau grogi dalam menghadapi soal UN.
3.    Belajar Kelompok
Dengan belajar kelompok, kamu dapat berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar. Manfaatkanlah waktumu dengan belajar secara berkelompok.
4.    Biasakan Bersikap Jujur dan Sportif
UN merupakan ajang yang sangat prestisius. Tidak mengherankan jika ada yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam pelaksanaan UN.
5.    Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam
Belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari UN tiba. Jangan menggunakan system kebut semalam yaitu belajar keras saat Un sudah dekat. Justru pada hari-hari mendekati UN, badan dan pikiran harus rileks. Jaga kondisi tubuhmu dengan makan makanan yang bergizi dan beristirahat yang cukup.
6.    Hindari Kegiatan yang Bisa Mengganggu Konsentrasi Belajar
Untuk sementara tinggalkan dulu kegiatan/kesenangan/hobi yang bisa mengganggu konsentrasi belajar seperti: bermain play station, chatting di internet, dan menonton televisi.

Semoga dapat memotivasi anda untuk belajar.